November 7, 2008

Detik-detik Menjelang Karwis

Humm. Jadi, beberapa hari yang lalu, gue maen ke rumah Ayu. Abis gue bosen juga ya bo di rumah, gue mau ngapain? Main PS udah bosen, main Nintendo juga, nonton TV acara-nya ga mutu semua, maen internet komputer rusak dan laptop dibawa bokap.
Nah, waktu main ke rumah Ayu, gue baca-baca Girlfriend gitu kan. Eh trus ada gitu artikel judulnya 'Hate That I Love You'. Karena kok kayaknya seru gue buka dong itu artikel. Nah, trus pas gue baca, isinya adalah: cara untuk melupakan orang yang seharusnya dilupakan, contohnya adalah mantan.
Gue excited dong ya dan langsung membacanya.
Jadi tuh intinya yang gue akan lakukan adalah membuat tenggat waktu sampai tanggal berapa gue akan bener-bener ngelupainnya. Harus tanggal yang pasti, gaboleh "yah dalam waktu dekat..." karena ga efektif.
Gue memutuskan tanggal 31 Desember 2008 untuk mengakhiri semuanya. Karena:
1. Tahun baru, hidup baru, pacar baru, haha.
2. Tolong ya Trid, makan ati banget lama-lama sayang sama dia.
3. 31 Desember masih lama, jadi masih banyak waktu gue untuk menikmatinya hahaha.

Oh ya, kata ramalan Girlfriend juga, untuk bintang gue (Libra), tanggal 11 November bakal jadi malam yang paling romantis whuuuuuuuw.
Apakah yang akan terjadi?
Gue sih gamau terlalu berharap, takutnya gabakalan terjadi apa-apa hahaha. Tapi pas gue liat rangkaian acara karwis gue, katanya 11 November dari sore sampe malem tuh acara bebas. Pasti deh ntar banyak yg ditembak wah enaknya yg bakal ditembak nantiiiiiiiiii :D

Oh yeah, gue juga mau ngasi tau. Gue rada jengkel sama pembagian kamar.
Awalnya tuh ya, guru-guru ngomongnya disuruh bagi 4 orang dalam 1 kamar. Gue jd dengan berat hati tidak mengikutsertakan Krystle. Gaenak kan dipisah-pisah?
Eh, pas briefing, disuruh nyari 2 lagi karna ternyata 1 kamar itu 6 orang! Gila ga sih, kenapa gak ngmg dari awal coba? Menyebalkan.

Tapi, doain yaaaa karwisnya lancar dan kembali dengan selamat tanpa kurang suatu apapun. Amin! :)

October 25, 2008

Gangguan Untuk Melupakan Seseorang

Nah, jadi begini.
Gue memutuskan untuk ngelupain dia. Taulah, siapa. Yang di setiap post gue sebut namanya.
Hmm kenapa ya Astrid tiba-tiba pengen lupain dia?
Karena gue merasa, gimana ya, kayak, "ah, udah waktunya gue lupain dia."
Sebenernya ada alasan lain tapi sori gabisa kasi tau karena itu privat hehehe :D
Tapi overall sih emang harusnya gue udah ngelupain dia.
Iya kan? Udah terlalu lama dan gue juga udah capek suka sama dia.

Tapi, banyak hal dan cobaan yang membuat gue susah untuk move on.
Dan kadang-kadang, cobaan itu datengnya ga disengaja.

Hmm sebenernya yang mendorong gue menulis posting ini adalah salah satu bentuk dari godaan yang menghampiri gue untuk bermenye-menye mengenang dia.

Gue iseng ngebuka inbox yahoo gue waktu lagi online Y!M. Trus, gue liat ada email dr imeem yang bilang kalo ada komen di lagu Dan Ternyata (mau download atau dengerin, klik aja disini)

Gue lupa-lupa inget lagu Dan ternyata itu yang mana ya? Jadilah gue ke indowebster dan nyari lagu itu. Dan gue ketemu, eh ternyata lagu Kerispatih. Pas gue play dan gue dengerin...........
Damn, sh*t lagunya sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!

Oh-tidak-lagunya! Menghancurkan semua pertahanan. (kalo mau liat liriknya klik aja disini)

Tapi gue gaboleh lengah dan sekali lagi gue gaboleh menye-menye. Gue mau dan gue pasti bisa! (y)

Tinggal semangatnya aja nih.

Oh ya, kalo gue denger lagunya Pink yang baru, yang So What (mau dengerin atau download, klik aja disini) gue akan sangat termotivasi untuk melupakan dia.

Liriknya mantep! (y)(y)(y)(y)
Gak cengeng, gak berlebihan, tapi ngena banget, gitu. (klik disini kalo mau liat liriknya)

Be tough! :)

October 22, 2008

RUU Anti Pornografi

Hmm. Jadi begini.
Barusan, gue abis nonton Debat di TVOne tentang RUU Anti Pornografi.
Menurut gue--menurut gue secara individu lho yaa--RUU Anti Pornografi itu mendingan gausah dibuat deh.
Gue sangat setuju dengan apa yang dibilang sama Nia Dinata.
Kenapa pemerintah nggak mikirin tentang kemiskinan di Indonesia, gimana banyaknya orang meninggal karena kelaparan, dsb.
Kenapa malah hal yang menurut gue cenderung kurang penting yang dibahas? Contoh: pornografi.
Oke, mungkin pornografi memang sebaiknya diarahkan agar moral anak bangsa nggak rusak. Tapi gini deh, yang membatasi apa yang boleh ditonton dan yang nggak itu adalah tugas orang tua. Orang tua ada karena mereka harus melindungi anak mereka dari hal-hal yang negatif. Kenapa negara ikut campur? Serahkan dulu ke lingkup sosial terkecil yaitu keluarga. Kalo emang udah merajalela, barulah emang harus ditindak-lanjuti.

Gue juga berpikir. Kenapa juga itu undang-undang berbelit-belit banget?

Oh ya, gue juga suka sama salah-satu argumen dari cewek yang gak setuju sama RUU Pornografi. Katanya, "Kalo misalnya ada film yang aktrisnya cantik dan seksi gitu, trus ada yang terangsang dan ada yang nggak, itu gimana?"

Gue setuju. Sebenernya, respon seseorang atas sesuatu kan menurut individu-nya sendiri. Lo mikir kotor apa nggak.

Oh ya, dan kata pembicara pertama, RUU Pornografi ini adalah wujud dari demokrasi.

Kalo menurut gue, demokrasi justru membebaskan seseorang untuk melakukan sesuatu yang dia kehendaki; dengan mengetahui konsekuensi dan resiko yang harus ditanggung dari perbuatannya itu.

Gue juga setuju sama katanya Nia Dinata, "Kalau emang mau ngelindungin anak dan perempuan, kenapa nggak bikin undang-undang tentang exploitasi pada anak dan wanita? Kenapa justru membuat undang-undang yang kayak gini?"

Totally agree!

Yaah, ini sih sebenernya cuma bentuk dari perhatian gue terhadap bangsa gue yang paling gaholz ini, Indonesia. Gue sedih aja liat harga mata uang kita makin menurun, banyak orang disana dan disini meninggal yang karna kelaparan.......
Tapi gue juga benci banget sama orang yang gabisa mensyukuri rejeki yang udah Tuhan kasi sama mereka, which is mean adalah para koruptor brengsek itu. Kenapa sih mereka gabisa bersyukur, Tuhan udah kasi mereka hidup enak dan layak di rumah yang bagus dan anak-anak mereka sekolah di tempat yang layak dan mereka bisa makan enak setiap hari.

Gue pernah nonton Silet Jeritan yang membahas tentang rumah-rumah yang di gusur. Gue dalam hal ini nggak akan menyalahkan pihak manapun karena kedua pihak menurut gue benar:

1. Pihak pemerintah. Kenapa? Karena mereka ingin melihat Jakarta menjadi kota yang bersih dan gak ada kawasan kumuh yang mengurangi kerapihan kota Jakarta.

2. Pihak urban yang karena gabisa membiayai rumah yang layak sehingga tinggal di pemukiman kumuh. Kita gabisa nyalahin mereka juga, lah namanya juga nyari duit biar bisa bertahan hidup? Di kampung udah gabisa membiayai kebutuhan sehari-hari, makanya mereka semua hijrah ke kota. Memang seharusnya mereka yang kita bantu, tapi kadang-kadang, mereka-nya juga males dan banyak yang gapunya kemampuan apapun. What should we do, anyway?

Gue liat, ada bapak dan keluarganya yang tinggal di kolong jembatan sama keluarganya. Waktu ditanya kerjaan sehari-harinya apa, dia bilang dia kerja narik ojek.

Menyedihkan, kan?
Koruptor-koruptor itu, mereka gak tinggal di kolong jembatan dan MASIH aja belum merasa cukup jadinya berpikiran kotor kayak gitu.

Gue masih gak habis pikir sama jalan pikiran koruptor brengsek itu. Tolong lah, jangan liat ke atas terus! Coba, dengerin jeritan orang-orang yang masih ada di bawah lo.

October 20, 2008

Untitled

ketika kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh
dan ketika kusadari sudah tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki salahkah ku bila kaulah yang ada dihatiku?

adakah ku singgah di hatimu mungkinkah kau rindukan adaku
adakahku sedikit di hatimu?
bilakah ku mengganggu harimu, mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu?

bila memang ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumiliki?
salahkah ku bila
kaulah yang ada dihatiku?

kau yang ada di hatiku

bila cinta kita takkan tercipta ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku singgah dihatimu?
dan bilakah kau tahu
kaulah yang ada di hatiku

kau yang ada di hatiku
adakah ku di hatimu?





untuk yang merasa, deh.